Eksis!

  • Share
digital personal branding
digital personal branding

EKSIS!

Sam, memang sepenting apa digital personal branding dan eksistensi bagi pelaku usaha saat ini?

Saya ditanya begitu, ya bingung lah!

Followers IG Saya @alfafaizal masih sedikit, alakadarnya, tapi Saya gak bisa bilang bahwa eksistensi dapat diabaikan.

Karena di negeri antah berantah, sekelas Presiden dan jajaran pejabat tinggi, hadir saat diundang di pernikahan YouTuber. Eksistensi penting? Simpulkan sendiri.

Saudara Saya yang akun IG nya www.instagram.com.com/nanang_anakbaik sekali waktu pernah nyeletuk. Sam, saat ini menjangkau pelanggan itu penting, daripada membayar ke media, dengan anggaran yang sama bahkan lebih hemat, dapat Kita alokasikan ke postingan Akun Kita sendiri, itupun dengan dampak bahwa aset digitalnya (followers atau subscribers nya) ngikut ke Kita sendiri. Jadi, digital personal branding adalah cara murah untuk mendapatkan perhatian, jangkauan, peluang, dan pertumbuhan, dengan mengolah potensi diri dan jaringan yang Kita miliki.

Mulainya dari mana?

Dikutip dari unggahan akun Instagram @alfafaizal

Terapkan 5 Kaidah Pemasaran dalam membangun digital personal branding.

1. Tentukan TARGET
Jangan cuma buat akun ya, tapi miliki dan tentukan target dalam hal pertumbuhan, bisa followers, subscribers, atau interaksi (like, comments, share, save, inbox), sehingga Kita melakukan maintenance dan optimasi akun. Prinsipnya : dari berapa jadi berapa? Tumbuh dan tambah.

2. Pilih TIPE KONSUMEN IDEAL
Kita nggak bisa memaksa diterima semua orang. Pilih siapa yang mau Kita pikat dan Kita rawat, semakin jelas yang Kita sasar, semakin spesifik digital personal branding yang Kita jalankan. Tidak perlu terkenal di mata semua orang, cukup di mata market dan prospek.

3. Rancang PROGRAM
Buat program sesuai Tipe Konsumen Ideal untuk mencapai Target yang ditentukan. Contoh, di tahap awal, pacu pertumbuhan followers akun dengan menggelar giveaway rame rame, seperti yang Saya jalankan di akun @alfafaizal, kontak Saya jika mau ikut di periode berikutnya.

4. Buat KONTEN
Buat konten yang mampu mengkomunikasikan Program yang Kita jalankan. Baik berupa teks, audio, foto, poster, video, maupun animasi.

5. Lakukan AKTIVASI

Aktivasi dapat dilakukan 3 lini. Di akun sendiri, dengan iklan berbayar atau ads, atau bisa juga menggandeng pihak ketiga seperti influencer atau media partner. Contohnya akun @nanang_anakbaik yang menggandeng channel YouTube Pecah Telur menghasilkan konten dan aktivasi video https://youtu.be/iJZzau8TFRc yang langsung banyak penontonnya.

Cocok bagi semua? Belum tentu, tapi sejauh ini efektif bagi yang usahanya B2C (Business To Customer).

Sam, bingung!

Sama!

Salam Pertumbuhan!

Tulisan Dari : Faizal Alfa

PT Fortuna iMARKS Trans

Perusahaan Pemasaran Yang Membanggakan Kota Malang

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *