5 Tips Liburan Di Masa Pandemi

  • Share
Liburan di Masa Pandemi - Camping
Liburan di Masa Pandemi - Camping

Tak terasa ya, sudah lebih dari 1 tahun kita berada di Masa Pandemi ini. Dimulai dari pertengahan Februari 2020 dan mencapai puncaknya di akhir tahun. Namun puncak penyebaran Covid 19 ini masih belum jelas untuk negara Indonesia tercinta.

Apalagi, angka penyebaran Covid-19 belum kunjung menunjukkan penurunan. Berlibur berarti membuat diri dan keluarga bertemu banyak orang dan berisiko terpapar virus corona tipe baru (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19.

Jika melihat perilaku masyarakat pada liburan panjang beberapa waktu yang lalu. Kasus positif covid terindikasi meningkat pasca usai bepergian. Tentunya ini menjadi pelajaran penting bagi kita untuk terus menjaga kewaspadaan dalam liburan di masa pandemi.

Liburan Di Masa Pandemi

Dikutip dari berbagai sumber, Pengusaha Anthon Thedy yang merupakan pemilik lebih dari 200 waralaba TX Travel Indonesia memberikan tips merencanakan liburan aman, nyaman dan sehat. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, merupakan “harga mati” saat berlibur.

Liburan di Masa Pandemi
Liburan di Masa Pandemi (republika.co.id)

 

Bagaimanapun industri wisata perlu tetap hidup. Jika tidak, dampaknya juga akan mengganggu ekonomi secara keseluruhan. Berikut beberapa tips untuk wisatawan maupun agen perjalanan wisata agar bertahan di masa krisis seperti sekarang.

1.Cari lokasi wisata yang sepi

Ada beberapa lokasi yang ikonik namun sekarang terbalik, kita diomeli kalau ke tempat yang ramai.

Tempat bagus tidak selalu identik dengan keramaian, untuk pemasaran agen travel saat ini juga menjadi berbeda. Jika dulu biasanya wisatawan lebih menyukai tempat ramai, kali ini justru sebaliknya, mereka mengincar tempat cukup lengang dan sepi.

Cari Flash Sale dari promo aplikasi, kebetulan admin Kuliner Malang sempat ikutan dan dapat staycation di Resort bintang 5 di wilayah Batu senilai 100ribuan.

2.Berangkat lebih awal

Tempat wisata yang selama ini belum terjamah juga bisa menjadi alternatif bagi masyarakat. Menggunakan kendaraan pribadi selama lima hingga enam jam saja juga bisa menjadi pilihan keluarga.

Berkemah di kawasan perkemahan atau mencari resort yang memiliki fasilitas all in one. Bisa menjadi pilihan apik untuk liburan bersama keluarga.

Hal yang jelas tentunya perlu menghindari kerumunan. Maka datang saat pagi-pagi sekali, bahkan di awal waktu tempat wisata dibuka, menjadi strategi untuk mengurangi risiko paparan droplet dari orang lain.

3.Cari tempat yang luas

Pilih kunjungan ke objek wisata yang relatif lebih luas, seperti di udara terbuka. Tempat  wisata seperti pantai atau gunung.

Bumi perkemahan, villa privat dan cottage sudah pasti merupakan pilihan terbaik. Tentunya tetap perhatikan protokol kesehatan. Pilih juga lokasi yang sudah menjalankan prosedur sanitasi secara rutin.

4. Bawa alat makan sendiri

WAJIB, kita tetap tidak tahu dimana dan kapan kita bisa terpapar oleh virus. Salah satu pencegahan terbaik adalah gunakan alat makan pribadi.

Tetap berhati-hati saat kita sedang berwisata kuliner bersama keluarga, alangkah baiknya jika masing-masing anggota keluarga memiliki peralatan makan sendiri.

Atau pastikan sebelum kita gunakan alat makan yang sudah disediakan, kita cuci ulang.

5. Social Distancing

Terakhir, inti dari inti. Tetap lakukan Social Distancing. Lakukan protokol 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak).

Pada saat lokasi wisata sudah mulai ramai, segerakan untuk menghindari kerumunan. Dan mencari lokasi lain yang lebih sepi/luas.

Semoga informasi diatas bermanfaat yah, jangan lupa coba cari Flash Sale di aplikasi travelling yang kalian suka. Serta jangan lupa tetap terapkan protokol kesehatan dan 3M.

Happy Vacation!

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *