Stop Ngurusin Kompetitor

Stop Ngurusin Kompetitor
Stop Ngurusin Kompetitor

Kompetitor bikin gemes ya?

Kadang mereka ngikut apa yang Kita lakukan, seringnya Kita juga ngintip dan niru apa yang mereka lakukan.

Kenapa sih Kita perlu ngurusin kompetitor? Saat Saya mendampingi Tim Marketing klien di Malang, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, maupun Denpasar, ya melakukan juga.

Siapa sih kompetitornya? Apa keunggulan atau kelemahannya?

Taunya darimana?

Dikutip dari unggahan di akun instagram @alfafaizal

Ya gampang aja, memang marketing itu simpel kok. Cek aja di google maps, ada di menu bagian : ulasan alias review. Kalau mau simak keunggulan, cek di bintang 4 atau 5, kalau mau menilik kelemahan, cek aja bintang 1, 2, atau 3.

Hla kalau kompetitornya nggak punya dan nggak ada di google maps? Duhkah, kayaknya dia bukan kompetitor yang layak jadi acuan. Ghoib mungkin kompetitornya.

Intip juga media sosialnya. FB, IG, TikToknya. Menang Kita apa menang sana secara jumlah followers maupun interaksinya.

Ketika Saya menangani @tempatbercakapkopi.kdr dari nol, strategi ini dieksekusi rapi dari awal. Setahun ini, alhamdulillah, boleh dibilang posisinya paling unggul diantara kompetitornya.

Se peduli apa sih sama kompetitor? Selain memantau online, disempetin juga dateng kesana, beli dan belanja. Menikmati pengalaman dalam 3 titik pantau penting : produk – pelayanan – fasilitas.

Karena 3 hal itu adalah sumber pujian, jika memang beres. Tapi kalau ada yang nggak beres diantara ketiganya itu, ya jadi pisau bermata dua, karena sumber komplain, ya dari 3 hal itu.

Besar sekali ya energi buat ngurusin kompetitor? Lebay nggak sih?

Secukupnya aja.

Karena kalau disimak : kompetitor nggak kasih duit ke kita.

Catat itu dengan seksama ya.

Yang bawa duit ke Kita, tentu saja adalah : konsumen!

Makanya, stop ngurusin kompetitor berlebihan, 20% saja energi kesana.

Percayalah, Kita perlu energi yang teramat besar untuk menyambut, melayani, dan memuaskan pembeli, ubah jadi pelanggan, dan buat mereka terikat dengan Kita.

Bisnis yang bertahan dan bertumbuh, adalah yang mampu mendapat konsumen, dan tekun merawat konsumennya untuk beli lagi, beli terus, dan merekomendasikan.

Stop ngurusin kompetitor berlebihan. Gak penting!

Ditulis Oleh :

Faizal Alfa
Direktur PT Fortuna iMARKS Trans
Konsultan Pemasaran

Leave a Reply

Your email address will not be published.